Karena dia bilang ga bisa datang, sabtu sore (20/12) aku jadinya “berkencan” dengan laptopku. Seperti biasa, yang pertama aku buka adalah Facebook (FB). Belakangan ini aku lagi seneng-senengnya buka FB sampai lupa situs satunya: Friendster (FS). Makanya kali ini akupun segera buka juga FS yang sudah lama nggak aku kunjungi. Aku pun meng-klik homepagenya dan begitu terbuka, seketika aku terkejut karena langsung masuk account FS cowok aku, sebut saja namanya Bajul. Rupanya dia lupa log out sehabis log in pake lapotopku beberapa hari yang lalu. Ini memang bukan pertama kali terjadi, namun tetap saja aku heran kenapa dia mengulang “kecerobohannya” (walau buatku menjadi keuntungan ;-p).
Meski dengan sedikit rasa bersalah karena masuk account orang lain, namun aku tetap membuka bagian inbox-nya. Pembenaranku adalah, pertama laptop ini milikku, kedua ini kejadian kedua kalinya. Waktu itu, 2 bulan yang lalu aku menemukan bukti awal yang mencurigakan; di inboxnya ada banyak pesan dari para cewek. Buatku tidak masalah kalau pesan2 itu hanya bilang “Hi, boleh kenal?” atau “Add gw ya..”. Namun yang aku temukan adalah balasan dari pesan yang dikirimkan cowokku. Dari judulnya sudah ketahuan jelas :”Re: Bajul has sent you a smile”. Saat aku tanyakan ke si Bajul, dia bilang itu risetnya dia untuk buat tulisan soal pergaulan bebas ala mahasiswi Jakarta. Aku bilang sementara terima alasannya sembari berjanji dalam hati untuk tetap waspada. Aku juga sempat minta putus, namun dia nggak mau. Aku lalu bilang kalau terbukti dia ada apa-apa sama cewek lain, aku nggak bisa jalan lagi sama dia. Jadi untuk sementara kasus itu selesai dulu, hingga Sabtu sore ini.
Aku menemukan Bajul berbalas pesan dg salah satu cewek, yang kita sebut saja Dita. Dita ini salah satu cewek yang dia “riset” 2 bulan yang lalu. Begini salah satu dialog mereka:
Dita: “Jul, hubungan kita ni mau seperti apa sih? Aku nggak tahu mst gimana? Kamu anggap aku serius nggak sih?
Bajul: “mau serius”
Dita: “Sorry aku tanya kaya gini, karena aku bingung sama status aku.”
Bajul: “Jangan bingung”
Dita: “Dibilang temen lebih dari teman, dibilang pacaran tapi kok ga jelas ya?
Bajul: “Sekarang sudah jelas kan?”
Dita: “Kami aja sering banget ga ngasih kabar”
Bajul: “Kan kadang-kadang aku suka sibuk banget, sayang…”
Dita: “Tadi aku udah telp, kamu bilang nanti kamu telpon balik. Tapi nyatanya kamu nggak telpon kan? Capeeeee”
Bajul: “Ini dah dijelasin kan, kemarin..”
Selain dialog di atas, masih ada lagi beberapa pesan yang menunjukan si Bajul mulai menghilang dari Dita. Namun itu sudah nggak penting buatku. Yang jelas, frase”Mau serius” dan “..lebih dari teman” jadi bukti yang membuatku yakin bahwa Bajul sudah selingkuh. Artinya aku sudah tidak bisa percaya lagi penjelasannya 2 bulan yang lalu. Kalau untuk riset, tidak perlu menyatakan serius kan? Apalagi dari profile dan cara Dita menuliskan pesannya tidak terlihat dia tipe perempuan yang doyan bergaul dengan bebas tanpa kepastian serius atau tidak.
Biarpun pahit, paling tidak aku bisa memetik pelajaran dalam membina hubungan dengan cowok:
1) Waspadai tanda-tanda ketidakberesan yang muncul, jangan percaya membabi buta.
2) Tetapkan standar yang jelas, terlalu sering mentolerir kesalahan yang disengaja membuat posisi tawar kita lemah di mata pasangan
3) Cadangkan perasaan dan harapan anda, jangan seluruhnya diberikan pada pasangan. Ingat prinsip investasi “Jangan menaruh telur dalam satu keranjang”
Sikapku sekarang sudah pasti, aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan dengan cowok seperti ini. Ada beberapa cara yang mungkin aku pilih:
1) langsung anggap putus tanpa kata-kata
2) ngomong baik-baik sambil menberikan alasan dan buktinya (Tapi aku sudah males untuk ketemu dia dan dengerin pembelaannya)
3) memberikan sedikit “pelajaran” biar ga ada korban berikutnya.
Para pembaca yang budiman, adakah saran dan ide untuk membantu saya?